Assalamu'alaikum, wr, wb,,, Tiap muslim wajib bersodaqoh. Para sahabat bertanya, "Bagaimana kalau dia tidak memiliki sesuatu?" Nabi Saw menjawab, "Bekerja dengan ketrampilan tangannya untuk kemanfaatan bagi dirinya lalu bersodaqoh." Mereka bertanya lagi. Bagaimana kalau dia tidak mampu?" Nabi menjawab: "Menolong orang yang membutuhkan ...
Musibah dan anugerah adalah dua hal yang tidak luput dari kehidupan manusia. Agama telah mengajarkan bagaimana menyikapi kedua hal tersebut. Saat mendapat musibah kita harus bersabar, dan itu baik bagi kita karena dengan kesabaran, kita berharap Allah mengampuni dosa-dosa kita. Jika mendapat anugerah kita harus menyikapinya ...
Seabad kehidupan Ibrahim penuh dengan perjuangan, gerakan, keterlunta-luntaan, jihad, dan perang melawan kebodohan kaumnya, kemusyrikan, penindasan Namrudz dan kefanatikan manusia-manusia penyembah berhala. Ibrahim tinggal di rumah Azar bapaknya - seorang penyembah dan pembuat berhala fanatik, bersama istrinya Sarah - wanita cantik yang belum juga memberinya anak. Ibrahim makin tua dan kesepian. Walaupun berada di puncak kenabiannya, namun ia adalah seorang manusia biasa. Dan seperti manusia biasa lainnya, ia menginginkan seorang anak. Apalagi usianya kian senja. Ia tidak berpengharapan, karena pertimbangan akal sederhana pun hal itu rasanya tak mungkin. Ibrahim hanya dapat mendambakan. Maka berdo’alah dia, رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِينَ “Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku(seorang anak) yang termasuk orang yang shaleh.” (Q.S. Ash Shaaffat : 100). Allah akhirnya melimpahkan karuniaNya kepada lelaki tua yang telah membelanjakan habis seluruh hidup dan kehidupannya, dan menanggungkan penderitaan demi menyebarluaskan risalahNya. Melalui wanita bernama Hajar, Allah memberinya seorang anak : Ismail.
Satu hal yang tidak bisa kita elakkan dalam kehidupan adalah perubahan. Tuhan dalam firman-Nya beberapa kali mengungkapkan betapa dahsyat dan pentingnya perubahan itu. Karena itu pula, ayat-ayat Makkiyah (ayat-ayat yang turun di Makkah) dimulai dengan simbol-simbol perubahan. Misal, wal ashri (demi masa), wad dhuhaa (demi waktu dhuha), wassyamsi wa dhuhaahaa, dan sebagainya. Ini adalah simbol-simbol perubahan yang ditampilkan Allah kepada manusia untuk dimaknai dan dipikirkan. Lantaran besarnya dampak perubahan bagi kehidupan seseorang, Nabi Muhammad SAW pernah memberikan pesan kepada para sahabatnya untuk betul-betul dan sungguh-sungguh dalam menghadapi perubahan itu sendiri. Sebab, jika tidak, manusia yang paginya masih Muslim, bisa jadi siangnya ia termasuk orang-orang fasik. Bisa jadi di waktu paginya zikir khusyuk di mushala, tapi siangnya ia jadi pezina, pencuri, atau mabuk dunia. Kalau demikian apa yang bisa dan mampu membuat kita untuk selalu di jalan Allah (Islam)? Pertama, ikhlas. Sikap ikhlas ini pula yang membuat iblis tidak mampu menggoda seseorang. Tidak ada yang tahu apakah kita ikhlas atau tidak, kecuali diri kita dan Allah saja.